Minggu, 06 Agustus 2017

Speaker Mobil Akan Punah? Apa yang Harus Dilakukan?



Speaker Mobil Akan Punah? Apa yang Harus Dilakukan?

Menyetir ke mana-mana dengan dentuman suara dari speaker mobil sudah menjadi pemandangan sehari-hari di jalan raya. Apalagi bila kebetulan Anda keluar pada akhir pekan, akan terlihat banyak anak muda yang melakukannya. Sekilas memang cukup mengganggu, kecuali bagi yang sudah terbiasa dengan polusi suara. Apalagi, suara yang volume-nya terlalu dikeraskan justru rentan mengganggu konsentrasi sopir saat di jalan raya.



Namun, ternyata ada spekulasi yang menyatakan bahwa di masa depan nanti, pemandangan semacam itu belum tentu akan terlihat lagi. Speaker mobil akan punah? Apa yang harus dilakukan?

Bagi pencari ketenangan, mungkin akan ada sedikit rasa lega dengan ramalan ini. Tidak ada lagi gangguan berupa anak muda yang menyetir dengan speaker mobil yang bersuara keras. Namun, bagaimana dengan bisnis audio? Tenang, ramalan di atas tidak semenakutkan yang terdengar. Justru, ada inovasi yang dapat menjadi alternatif wujud speaker yang ada selama ini.

Sebuah perusahaan mesin asal Amerika Serikat yang bernama Continental Motors Company tidak tinggal diam. Saat ini, mereka sedang mengembangkan speaker mobil dengan beragam bentuk dan posisi baru yang mungkin belum pernah terbayangkan sebelumnya. Dari segi peletakan, speaker mungkin tidak lagi berada di tempat biasanya, melainkan:
-          Tersemat di jok mobil.
-          Dipasang di atap mobil.
-          Menjadi satu dengan dasbor mobil.

     Bahkan, bukan tidak mungkin lagi speaker mobil akan lebih banyak yang wireless, yaitu hanya terhubung dengan fitur bluetooth. Jadi, speaker bisa dibongkar dan dipasang kembali dengan sesuka hati. Bisa jadi speaker tersebut juga multifungsi, alias bisa digunakan juga untuk stereo di rumah Anda. Hemat dan fungsional untuk semua pastinya.

Terkait dengan spekulasi di atas, rencana jangka panjang Continental adalah membuat speaker lebih mirip dengan interior mobil itu sendiri. Alasannya?
-          Dapat mengurangi bobot mobil, sehingga mobil dapat melaju lebih kencang.

-          Dapat lebih menghemat bahan bakar, apalagi mengingat audio mobil yang sekarang juga mendapatkan tenaga dari aki.
-          Membuat kabin lebih luas bagi penumpang di dalam mobil.

Prototipe speaker mobil inovatif pada Mercedes-Benz:
Ternyata, speaker mobil ini sudah digunakan untuk mobil Mercedes-Benz seri C-Class. Cara menyematkannya adalah dengan aktuator suara yang bisa mereproduksi suara melalui getaran pada permukaan kendaraan. 

Aktuator ini terbuat dari magnet dan koil. Kedua komponen ini dapat mentransmisikan suara hingga ke semua permukaan mobil. Selain itu, aktuator ini juga membuat speaker tidak perlu terlalu boros bahan bakar listrik. Suara tiga dimensinya juga cukup jelas.
Tentu saja, penyebaran suara dengan aktuator ini juga tidak bisa sembarangan. Menurut Dimitrios Patsouras, direktur Continental, ada beberapa bagian kabin mobil yang lebih cocok untuk jenis speaker tertentu, seperti:

-          Panel atap untuk subwoofer (untuk suara bas atau berfrekuensi rendah).
-          Panel pintu untuk suara berfrekuensi menengah.
-          Pilar A untuk suara berfrekuensi tinggi.

Dengan penyebaran suara seperti itu, diharapkan pengemudi dan penumpang mobil akan merasa lebih nyaman. Suara tidak terkumpul dari satu sumber, tidak terlalu memekakkan telinga atau terlalu pelan, hingga tidak akan makan tempat. Bahan bakar mobil juga akan lebih hemat dan aki lebih awet.

Sayangnya, pencinta otomotif harus lebih bersabar menunggu teknologi ini diproduksi secara massal. Selain prototipe perdana pada Mercedes-Benz, saat ini Continental masih mengembangkan inovasi mereka. Mungkin, speaker mobil ini baru bisa dinikmati dalam beberapa tahun lagi. Jadi, silakan puas-puaskan diri dengan speaker manual yang masih diproduksi.